Inilah yang Harus Menjadi Prioritas Utama Dalam Mengatur Keuangan Anda

Kita semua pasti memiliki tujuan keuangan yang kita tulis secara rinci pada to-do-list kita. Bagi sebagian orang, mungkin ingin segera terbebas dari hutang kartu kredit. Bagi yang lain, mungkin ingin mempersiapkan dana uang muka pembelian rumah atau mengumpulkan dana untuk persiapan menikah. Tetapi tidak peduli berapa usia Anda, berapa banyak uang yang Anda hasilkan, atau seperti apa aset Anda saat ini, ada satu tindakan pengelolaan keuangan yang harus diprioritaskan daripada yang lain: membentuk dana darurat.

Photo by Pixabay on Pexels.com

Anda membutuhkan jaring pengaman tersebut

Mengapa dana darurat begitu penting? Sederhana saja: Tanpa tabungan yang cukup di bank, Anda berisiko mengambil pinjaman (utang) atau harus menderita sejumlah konsekuensi keuangan yang mengerikan ketika tagihan yang tidak direncanakan muncul atau ketika Anda tiba-tiba harus kehilangan penghasilan rutin Anda .

Bayangkan Anda atau keluarga Anda mengalami kecelakaan yang harus mengeluarkan biaya yang tidak murah dan keluarga Anda tidak memiliki perlindungan asuransi, anggap saja biaya berobatnya Rp. 10.000.000. Jika Anda tidak memiliki Rp. 10.000.000 di tabungan, Anda mungkin memutuskan untuk membayar biaya tersebut dengan kartu kredit. Setelah itu terjadi, Anda kemungkinan akan membayar biaya bunga yang cukup tinggi.

Lebih ekstrim lagi, bayangkan jika akibat dari kecelakaan tersebut menyebabkan Anda menjadi lumpuh yang membuat Anda tidak dapat bekerja selama tiga bulan. Dengan tidak adanya asuransi kecelakaan dan cacat tubuh, Anda terjebak dalam tagihan berobat dan biaya hidup lainnya yang harus dibayar, sedangkan tidak ada penghasilan untuk membayarnya. Karena itu, Anda mungkin harus menggunakan seluruh limit kartu kredit untuk membiayai kebutuhan hidup Anda sampai merasa cukup sehat untuk bekerja. Lalu, bagaimana jika seluruh limit kartu kredit Anda tidak cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari Anda? Apa yang akan Anda lakukan selanjutnya? Meminjam ke anggota keluarga yang lain? Faktanya adalah bahwa hidup tanpa memiliki tabungan dana darurat, merupakan hal yang sangat membahayakan

Membentuk cadangan dana darurat

Idealnya, dana darurat harus cukup untuk meng-cover pengeluaran rutin Anda selama tiga sampai enam bulan. Jika saat ini posisi tabungan Anda masih jauh dari target pemenuhan pengeluaran rutin Anda selama tiga sampai enam bulan, maka Anda harus berusaha lebih keras lagi untuk meningkatkan tabungan Anda sebanyak mungkin.

Anda dapat mulai dengan membuat anggaran (budgeting), atau mengubah alokasi anggaran Anda saat ini untuk melakukan penghematan. Untuk menyiapkan anggaran, buatlah daftar pengeluaran bulanan Anda yang rutin, pisahkan pengeluaran yang bersifat tahunan (seperti perpanjangan pajak kendaraan bermotor), dan bandingkan total pengeluaran Anda dengan total pendapatan Anda.

Sebagai aturan umum, Anda harus memiliki cukup uang yang tersisa setiap bulan setidaknya 15% dari gaji Anda untuk dicadangkan sebagai tabungan dana darurat. Tetapi jika tabungan dana darurat Anda masih sangat minim, Anda harus menghemat lebih banyak uang setiap bulan. Untuk itu, Anda harus serius mengurangi kemewahan sampai rekening tabungan Anda terlihat lebih sehat. Itu berarti tidak ada makan malam di restoran mewah, pergi ke konser, atau pergi menonton di bioskop sampai dana darurat Anda lebih kuat.

Bagaimana cara lain untuk membangun tabungan dana darurat dengan cepat? Sepertinya Anda perlu mendapatkan tambahan sumber penghasilan lainnya. Uang yang Anda peroleh dari penghasilan Anda yang lain, jangan digunakan untuk menambah pengeluaran lain yang sifatnya pemborosan. Jadi, tentu Anda dapat menabung seluruhnya (jangan lupa memperhitungkan pajak penghasilan Anda).

Jika Anda tidak memiliki dana darurat yang solid, Anda benar-benar sedang bermain api. Anda mungkin telah memangkas hutang Anda, menyisihkan dana untuk pembayaran uang muka rumah, atau sudah merasa bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan Anda, tetapi jika Anda tidak memiliki tabungan minimal tiga bulan pengeluaran Anda di bank, Anda harus mengesampingkan tujuan Anda yang lain dan fokus untuk membentuk jaring pengaman tersebut. Ini satu-satunya cara untuk membekali diri Anda terhadap risiko ketidakpastian dalam kehidupan.

Referensi: The Ascent, a personal finance brand by The Motley Fool.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s