3 Prinsip Keuangan Sederhana untuk Menghadapi Kondisi “New Normal”

Jika Anda melihat dunia hari ini, kenyataan yang Anda hadapi mungkin berbeda dari yang Anda lihat kemarin, seminggu yang lalu, dan yang paling pasti, 6 bulan yang lalu. Karena pandemi Covid-19 ini, kita mengalami periode di mana segala sesuatu tampak terbalik, sekarang kita harus mengurangi aktivitas di luar rumah, mengurangi kontak fisik dengan sesama, juga mengurangi interaksi sosial yang berhubungan dengan banyak orang . Kini merupakan waktu yang tepat untuk membuang mitos-mitos keuangan tradisional dan mempertimbangkan cara-cara baru tentang bagaimana uang bekerja.

Photo by zydeaosika on Pexels.com

Grant Cardone berkata:

“”Ketika kondisi ekonomi berubah, semua pertimbangan dan tindakan Anda sebelumnya perlu berubah seiring dengan itu.”

Berikut 3 prinsip keuangan paling sederhana yang saya percaya akan sangat penting untuk menghadapi kondisi “new normal” saat ini:

  1. Menjadi Mandiri secara Finansial
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

“Beberapa orang berpikir menjadi wirausaha itu berisiko, tetapi risiko sebenarnya terletak pada ketergantungan kita memperoleh penghasilan dan keamanan finansial dari sumber eksternal” – Chris Guillebeau, The Art of Non-Conformity

Jika saya membagikan quote itu setahun yang lalu, banyak orang yang hanya menertawai saya. Mereka memberi tahu saya bahwa itu terlalu melebih-lebihkan. Sayangnya, kata-kata Chris Guillebeau tiba-tiba menjadi kenyataan saat ini dan kebanyakan orang tidak siap.

Gagasan yang lawas hanya mengajarkan kita untuk pergi ke sekolah, mendapatkan pekerjaan yang baik, bekerja keras, menabung sedikit uang, membeli rumah, dan keluar dari jeratan utang, kini sudah tidak relevan lagi. Namun, kita sekarang perlu “cara baru” untuk menghadapi bencana keuangan ini.

Bagi saya, solusinya bukan berharap semuanya kembali seperti semula, melainkan menciptakan keamanan versi Anda sendiri dalam menghadapi kondisi “new normal” ini. Tentu saja, tidak mudah bagi setiap orang untuk menjadi mandiri secara finansial dalam waktu semalam. Bagaimanapun, ini adalah langkah kecil dan berkesinambungan yang mengarah pada kesuksesan yang besar. Dan sekarang, adalah kesempatan yang baik untuk menjadi dan berpikir seperti wirausaha.

Mengapa?

  • Kini Anda memiliki banyak waktu. Jika Anda mengatakan bahwa Anda hanya perlu lebih banyak waktu untuk memulai, maka Anda tidak punya alasan lagi.
  • Keinginan manusia belum berubah; tinggal bagaimana cara mereka melakukannya. Manusia masih ingin kesehatan, kekayaan, dan kebahagiaan. Temukan cara baru untuk mendapatkannya, mungkin salah satunya dengan memiliki bisnis sendiri.

2. Berinvestasilah pada aset-aset yang dapat melindungi Anda dari inflasi

Photo by Markus Winkler on Pexels.com

“Inflation takes from the ignorant and gives to the well informed.” -Venita VanCaspel

Jika Anda pernah membayangkan, berapa banyak uang digelontorkan untuk menggerakkan ekonomi global, tentu Anda tidak dapat mengabaikan bahwa ada potensi keruntuhan nilai mata uang suatu negara atau adanya hiperinflasi yang membayangi.

Robert Kiyosaki dengan cemerlang membandingkan ekonomi dengan sebuah balon (lihat video Robert Kiyosakit mengilustrasikannya di Youtube). Dia mengatakan, semakin banyak udara / uang yang Anda masukkan ke dalamnya, maka semakin membesar, dan jika Anda tidak menghentikannya, maka ketika akhirnya meledak, hasilnya akan menjadi bencana yang besar.

Dan saat ini sangat sulit untuk mengelak dari kondisi seperti ini. Karena itu, sangat penting untuk tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga dapat mengambil peluang dari kondisi krisis seperti saat ini. Cobalah melirik instrumen-instrumen investasi yang dapat melindungi dari inflasi seperti saham dengan fundamental baik, namun harganya sedang ter-diskon; emas; ataupun reksadana. Sesuaikan dengan profil risiko Anda masing-masing.

3. Berinvestasilah pada pengetahuan akan keuangan dan skill yang baru

Photo by cottonbro on Pexels.com

“Your level of success will rarely exceed your level of personal development, because success is something you attract by the person you become.” -Jim Rohn

Jelas, aset Anda yang paling berharga adalah diri Anda sendiri. Semakin banyak Anda belajar, semakin banyak peluang bagi Anda untuk mendapat penghasilan lebih.

Jika ada satu investasi pasti yang dapat menghasilkan return selama periode ini, itu bukan dengan membeli saham, emas, reksadana atau bitcoin, melainkan menggunakan waktu ini untuk mengembangkan diri dan pengetahuan Anda. Benjamin P. Hardy berkata, “Orang-orang yang hidupnya biasa saja akan mencari hiburan. Sedangkan orang-orang yang luar biasa mencari pendidikan dan pembelajaran. “

Karena pandemi ini, Anda cenderung memilki lebih banyak waktu, tinggal bagaimana cara Anda memanfaatkan waktu yang ada, untuk melakukan hal-hal yang produktif atau dibiarkan berlalu begitu saja.

Reference: Reece Robertson via Medium.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s