Jenis-Jenis Aset, Mengapa Penting Dipahami Dalam Perjalanan Mencapai Kebebasan Finansial?

Photo by David McBee on Pexels.com

Aset adalah suatu resource yang dimiliki dan dikendalikan oleh seseorang, resource tersebut memiliki nilai ekonomis dan diharapkan dapat memberikan keuntungan di masa depan. Aset dapat berupa bentuk apapun yang dapat diubah menjadi cash atau dapat memberikan sumber penghasilan.

Aset terbagi menjadi tiga jenis, antara lain:

  1. Aset Lancar
  2. Aset Investasi
  3. Aset Guna

Aset Lancar

Aset lancar adalah aset yang sifatnya likuid atau mudah dicairkan dalam waktu singkat dengan sedikit atau tidak ada kerugian sama sekali secara nominal.

Contoh aset lancar:

  1. Tabungan
  2. Deposito
  3. Mata uang asing
  4. Reksadana pasar uang
  5. Logam mulia

Secara teori, total aset lancar yang ideal berkisar antara 15% hingga 20% dari total keseluruhan aset. Apabila kurang, maka kondisi keuangan menjadi tidak aman jika butuh dana mendesak. Apabila berlebihan, maka aset tidak akan berkembang secara optimal.

Jika dilihat dari kacamata personal finance, jumlah aset lancar yang ideal dapat mengikuti teori atau disesuaikan dengan jumlah dana darurat ideal bagi masing-masing individu dan keluarga, serta jumlah dana yang dibutuhkan untuk tujuan keuangan jangka pendek.

Aset Investasi

Photo by Burak K on Pexels.com

Aset investasi meliputi aset yang dapat memberikan salah satu ataupun semua hal di bawah ini:

  1. Capital Gain

Aset investasi yang tidak memberikan sumber pendapatan dalam waktu singkat, tetapi diharapkan memberikan return atau keuntungan yang jauh lebih tinggi di masa depan.

Contoh: Saham, properti yang dijual, dan kenaikan pada harga obligasi ketika dijual atau pada saat jatuh tempo

2. Cashflow

Aset investasi yang dapat memberikan sumber pendapatan rutin setiap bulan atau setiap tahunnya.

Contoh: Properti yang disewakan, kupon obligasi (surat utang) dan dividen dari saham

3. Collateral

Aset investasi yang tidak hanya memberikan pendapatan tetapi juga dapat dijadikan jaminan jika timbul kebutuhan untuk meminjam dari pihak ketiga.

Contoh: Properti dan surat berharga yang aktif diperdagangkan di BEI dan memiliki peringkat nilai investasi (obligasi dan saham)

Total aset investasi yang ideal adalah lebih daripada 50% dari total keseluruhan aset. Jika sudah mencapai posisi ini, maka kebebasan finansial merupakan hal yang mutlak. Untuk mencapai posisi tersebut diperlukan kesabaran lantaran proses yang tidak sebentar.

Aset Guna

Photo by PixaSquare on Pexels.com

Aset guna adalah aset yang digunakan untuk keperluan pribadi maupun keluarga dan tidak akan digunakan sebagai sumber pendapatan saat ini maupun di masa depan, jika tidak harus atau terpaksa.

Contoh aset guna:

  • Rumah yang ditinggali
  • Kendaraan yang digunakan untuk beraktivitas

Total aset guna idealnya hanya sejumlah kebutuhan primer. Anda butuh tempat tinggal dan juga kendaraan untuk beraktivitas. Jika Anda hanya butuh satu tempat tinggal dan dua mobil saja untuk pribadi dan keluarga, maka tidak perlu memaksakan diri untuk memiliki tempat tinggal lebih dari satu ataupun rumah super mewah dengan mobil yang banyak demi kesan “kaya”di mata orang lain.

Semakin banyak aset guna, maka semakin besar pula pajak dan pengeluaran yang berhubungan dengan aset tersebut yang harus dikeluarkan.

Reference: The Principles of Personal Finance by Jouska Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s