Mengurangi Kebiasaan Boros Ini Dapat Meningkatkan Nilai Tabungan Anda

Apakah Anda pernah mengalami ketika membuka rak lemari es Anda pertama kalinya dalam seminggu dan disambut oleh setumpuk selada berjamur yang bercampur dengan cairan cokelat dengan bau busuk? Jika iya, Anda tidak sendirian.

Dalam sebuah studi baru-baru ini tentang kebiasaan belanja boros yang dilakukan oleh The Ascent, responden mengaku sering membuang uang untuk segala hal mulai dari sisa makanan yang rusak membusuk hingga belanja barang bermerek dengan credit card berbiaya bunga tinggi. Berikut adalah kebiasaan boros yang paling umum dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkannya dari anggaran Anda dan membuat lebih banyak dana untuk ditabung.

Kemungkinan terbesar adalah budget untuk berbelanja makanan yang menghabiskan lebih banyak uang daripada yang lain

Photo by Niekverlaan – Pixabay.com

Membuang makanan sisa atau makanan kadaluwarsa adalah tindakan pemborosan terbesar dalam survei The Ascent, dengan 70% responden mengatakan mereka sering melakukan tindakan ini.

Faktanya, kebiasaan yang berhubungan dengan makanan adalah sumber limbah paling umum dalam daftar sepuluh besar survei, dengan 54% responden mengaku sering membuang-buang uang untuk makanan cepat saji dan 41% lainnya menyatakan bahwa mereka sering membuang-buang uang di restoran. Dan setengahnya mengatakan mereka menghabiskan terlalu banyak uang untuk minuman, baik itu minuman kaleng yang kalengnya sampai menumpuk di garasi, hingga menghabiskan uang untuk minum di bar.

Di balik semua kebiasaan boros terhadap makanan ini terdapat kebenaran yang sama: orang Amerika berjuang untuk mengembangkan atau mempertahankan kebiasaan memasak dan makan yang efisien. Bagi banyak orang, tidak cukup waktu dalam sehari untuk memasak makanan sendiri, dan yang lain tidak punya energi. Kemungkinan juga ada kurang keterampilan memasak di sini. Munculnya makanan frozen dan fast food menyebabkan generasi ini tidak pernah mempelajari dasar-dasar memasak.

Layanan meal kit telah menjadi cara populer untuk mengurangi limbah dan jumlah waktu yang dihabiskan di dapur dan toko bahan makanan. Namun, banyak dari layanan ini mengenakan biaya premium karena telah menyiapkan bahan dan resep yang dikirimkan ke rumah Anda.

Mencoba membuat perencanaan menu makanan mingguan dapat membantu Anda menghemat waktu dan uang ketika berbelanja. Setelah itu cobalah menyiapkan makanan tersebut di akhir pekan, lalu di frozen. Kemudian, selama seminggu, Anda memiliki lemari es yang penuh dengan makanan siap saji yang dapat Anda ambil dan bawa untuk bekerja atau memanaskan di malam hari setelah pulang bekerja.

Menabung berarti secara radikal mengubah cara Anda berbelanja

Photo by Gonghuimin – Pixabay.com

Sumber pemborosan yang paling umum lainnya mungkin bahkan lebih jelas daripada makanan: kebiasaan belanja kita. Pembelian secara impulsif adalah masalah besar, dengan 42% responden mengatakan mereka sering membeli barang yang tidak mereka butuhkan.

Orang Amerika juga gagal merencanakan pembelian mereka dengan cara yang memaksimalkan tabungan mereka. Sepertiga responden mengatakan bahwa mereka sering membeli produk bermerek, bahkan ketika barang sejenis dengan fungsi yang sama dan harga lebih murah, dan 29% respon biasanya tidak membandingkan harga atau mencari diskon.

Kebiasaan seperti membuat perbandingan harga, memanfaatkan kupon, dan mencari item non-branded memang membutuhkan waktu lebih lama, tetapi berinvestasi waktu hanya beberapa menit dalam kebiasaan ini setiap kali Anda akan berbelanja biasanya menghasilkan penghematan yang signifikan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Consumer Reports menemukan bahwa memilih barang-barang yang tidak terlalu terkenal daripada brand terkenal di toko grosir akan menghemat rata-rata 25%, yang akan membuat tagihan belanjaan Anda dari $ 200 ke $ 150. Mereka juga menemukan bahwa sebagian besar item merek gak terkenal tersebut terasa sama baiknya secara fungsi dengan nama merek terkenal.

Hitung setiap uang yang Anda miliki

Dua kebiasaan boros lainnya membuat sepuluh besar responden membayar lebih untuk layanan digital dan membayar bunga berlebihan untuk cicilan yang tidak perlu. Layanan digital dalam bentuk langganan telah menjadi bagian besar dari pengeluaran kaum milenial, dari Netflix dan Hulu hingga langganan dan keanggotaan majalah, serta pembelian software dan game di application store. Skema pembayaran bulanan ini dapat membuat apa yang Anda beli terasa lebih murah. Akhirnya kadang hanya membayar langganan yang bahkan tidak pernah digunakan atau digunakan tidak maksimal karena kesibukan kita.

Pantau semua yang Anda subscrice, dan ingat bahwa membayar $ 9,99 per bulan selama 12 bulan sebenarnya tidak berbeda dengan membayar $ 119,88 sekaligus.

Jangan pernah membayar bunga kartu kredit untuk sesuatu yang tidak Anda butuhkan. Atur pembayaran otomatis dan pengingat tagihan pada semua akun kartu kredit Anda, sehingga Anda terhindar dari kelupaan membayar pokok tagihan dan akhirnya membayar biaya bunga yang tinggi.

Bentuklah mentalitas bahwa setiap dolar yang Anda habiskan begitu penting. Ini dapat membantu Anda menerapkan lebih banyak kebiasaan seperti merencanakan pembelian terlebih dahulu sebelum berangkat ke department store, menunda kepuasan, dan melacak pengeluaran Anda – yang semuanya pada akhirnya akan membuat Anda menggunakan uang Anda lebih efisien.

Mengubah pola pikir Anda seputar pengeluaran untuk menghindari pemborosan akan membantu Anda menghemat lebih banyak uang, dan Anda tidak akan menyesal dikemudian hari.

Reference: The Ascent by Motley Fool

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s